Pembelajaran Berbasis ICT

May 24, 2010 elpisinaga

Konten Dan Aplikasi Elearning

1. Internet sebagai Media Pengajaran

Seiring pertambahan penduduk maka kebutuhan akan pengajaran juga semakin besar. Sayangnya, peningkatan kebutuhan ini sering kali tidak diimbangi dengan peningkatan prasarana pengajaran,baik kuantitas maupun kualitas. Pertambahan jumlah pengajar tidak sebanding pertambahan kebutuhan yang ada.

Ketika suatu instansi pengajaran membuka program/kelas baru. hal ini tidak diimbangi dengan penambahan jumlah pengajar. Akibatnya, waktu dan tenaga yang dialokasikan semakin terbatas. Secara otomatis peningkatan kualitas yang diharapkan tidak akan tercapai.

Keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama bagi peningkatan,kualitas pengajaran. Pertambahan jumlah peserta didik pada suatu lembaga pengajaran berpotensi mengurangi kualitas interaksi antara pengajar dan peserta didik sehingga hasil yang maksimal, dalam rupa pengajaran berkualitas, semakin jauh dari harapan.

2. Web Portal Belajar dan Distance Learning

Tahap awal pemanfaatan internet dalam pengajaran berbentuk model  Web Portal Belajar. Model ini menggunakan internet sebagai penunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar dikelas.Jadi, peningkatan kualitas pengajaran masih sangat mengutamakan tatap muka dikelas. Model Web Portal Belajar menjadikan internet sebagai penyedia sumber belajar yang bisa diakses secara online

Model ini meningkatkatkan kualitas pengajaran yang diberikan diruang kelas karena terdapat pengayaan materi, baik yang berasal dari kegiatan tatap muka dikelas maupun yang ada di internet. Apabila pihak institusi pengajaran telah mampu menerapkan model Web

Portal Belajar maka institusi bisa mengembangkan ke tahap selanjutnya yang disebut pembelajaran jarak jauh / distance learning, pengajar dan peserta didik terpisah oleh waktu dan ruang.Walau demikian, diskusi masih bisa dilaksanakan, baik secara sinkron maupun asinkron. Seluruh kegiatan pengajaran dilakukan melalui internet sehingga kegiatan tatap muka secara fisik tidak diperlukan. Dalam distance learning, internet bukan hanya berperan sebagai pendukung kegiatan pengajaran,melainkan juga faktor utama yang menentukan jalannya pengajaran.

Pembelajaran jarak jauh (distance learning) melalui internet harus tetap melibatkan empati para pengajar sehingga terjadi hubungan erat antara pengajar dan peserta didik. Tanpa empati, pengajaran dalam arti sesungguhnya tidak terjadi dan yang berlangsung hanyalah proses transfer informasi. Untuk itu, institusi yang mengadakan distance learning harus memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:

1) Pusat kegiatan peserta didik .

Sebagai community web distance learning maka ia harus bisa menjadi sarana bagi pusat kegiatan peserta didik,diantaranya menambah kemampuan, membaca materi kuliah,mencari informasi, dan sebagainya.

2) Interaksi dalam grup.

Para peserta didik harus bisa saling berinteraksi satu sama lain walaupun tidak berada pada satu tempat /ruangan yang sama. Mereka bisa saling berdiskusi tentang materi yang diberikan oleh para pengajar. Dosen bisa hadir dalam diskusi ini dengan memberikan ulasan awal sebelum diskusi dimulai. Oleh karena itu, instusi yang benar-benar terjun dalam pola distance learning harus pula mempersiapkan aplikasi yang bisa menjalin interaksi antara semua komponen yang terlibat dalam pengajaran.

3) Sistem administrasi peserta didik .

Dalam distance learning peserta didik tidak hadir secara fisik pada institusi yang ada maka format administrasi yang perlu dibangun akan lebih komplek bila dibandingkan pola pengajaran konvensial. Perlu dikembangkan juga aplikasiyang memungkinkan peserta didikuntuk mengetahui statusnya (prestasi), jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) yang telah ditemouh, mata kuliah yang akan diambil pada semester selanjutnya, cara pembayaran biaya pengajatran, dan sebagainya. Hal yang tidak boleh dilupakan oleh institusi pengajaran adalah jaminan keamanan terhadap data pribadi para peserta didik.

4) Perpustakaan digital.

Dalam distance learning, perpustakaan digital merupakan hal yang wajib. Tanpa adanya perpustakaan digital maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mencari literarut yang dibutuhkan dalam proses pengajaran. Ketidakhadiran perpustakaan digital akan sangat menurunkan kualitas pengajaran yang ada karena peserta didik tidak mampu hadir secara fisik untuk memperoleh sumber informasi pengajaran yang dimiliki perpustakaan digital hendaknya tidak hanya berupa buku, tetapi juga literasi berbentuk video, dan image.

5) Materi online pendukung lainnya.

Selain perpustakaan digital yang menyajikan sumber ilmu yang dimiliki oleh institusi pengajaran, peserta didik juga harus diberi link ke sumber informasi lannya. Situs-situs pendukung yang sekiranya mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang adaperlu disajikan dalam aplikasi distance learning, peserta didik juga harus diberikan kesempatan untuk bisa mengisikan link pada aplikasi distance learning sehingga peserta didik lain bisa memperoleh manfaat yang lebih progresif. Dengan keterlibatan peserta didik, diharapkan tumbuh loyalitas untuk saling berbagi informasi sehingga bisa membantu peserta didik lain dalam memperoleh manfaat dari distance learning ini.

3 Aplikasi Pendukung

a. Digital Library

Digital Library menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource resource elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Pengguna tidak lagi tertarik terhadap operasional secara fisik jam perpustakaan dan tidak dapat berkunjung keperpustakaan secara fisik untuk mengakses resource-resourcenya.

Disinilah Digital Library sebagai alat untuk memfasilitasi dan memecahkan atas keterbatasan-keterbatasan tersebut. Digital Library belum didefinisikan secara jelas untuk dapat dijadikan standar atau acuan dalam dunia pendidikan. Beberapa kata seperti “Electronic Library” atau “Virtual Library” yang merupakan sinonimnya mungkin lebih dikenal dan sering digunakan.

b. Video on Demand

Video on Demand menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource digital berupa video dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Video ini biasanya berupa video pembelajaran, yang dapat diakses sesuai kebutuhan, dan didistribusikan secara streaming melalui jaringan komputer.

c. Wikipedia

Wikipedia menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk berkolaborasi menyusun ensiklopedia. Dengan wikipedia pengguna dapat membangun naskah secara kolaboratif, hingga dapat menjadi ensiklopedia di Internet.

d. Blog

Blog menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk membuat tulisan, baik formal maupun informal, seperti buku harian. Blog adalah catatan seseorang yang dibuat untuk konsumsi publik. Dengan blog ini kita bisa sharing ilmu pengetahuan.

e. Mobile Learning

Mobile Learning merupakan perwujudan elearning dalam perangkat bergerak, seperti handpone/telepon genggam. Dengan mobile learning kita bisa belajar melalui handpone kita. Materi dituangkan dalam modul untuk handpone.

Dalam bukunya bertajuk Effective Teaching, Evidence and Practice, Daniel Muijs dan David Reynolds menjelaskan beberapa hal tentang kecakapan ICT. Bagaimana ICT dapat membantu siswa belajar?

Pertama, presenting information.  ICT memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk menyampaikan informasi. Ensiklopedia yang jumlahnya beberapa jilid pun dapat disimpan di hard disk. Bahkan kini telah lahir google0earth yang dapat menunjukkan kepada kita seluruh kawasan di muka bumi kita ini dari hasil foto udara yang amat mengesankan. Dengan membuka www.google.com, data dan informasi akan dengan mudah kita peroleh. Mau membuat grafik dan tabel? Itu sangatlah mudah. Komputer akan dengan senang hati membantu peserta didik untuk membuatkan grafik dan tabel secara otomatis, dengan hanya memasukkan data sesuai dengan yang kita inginkan.

Kedua, quick and automatic completion of routine tasks. Tugas-tugas rutin kita dapat diselesaikan dengan menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis. Mau membuat grafik, membuat paparan yang beranimasi, dan sebainya, dengan mudah dapat dilakukan dengan bantuan komputer.

Ketiga, assessing and handling information. Dengan komputer yang dihubungkan dengan intenet, kita dapat dengan mudah memperoleh dan mengirimkan informasi dengan mudah dan cepat. Melalui jaringan internet, kita dapat memiliki website yang menjangkau ujung dunia mana pun. Jangan heran, anak-anak kita dapat dengan mudah melakukan cheating atau ngobrol dengan temannya yang berada entah di belahan dunia mana.

Pelatihan Internet Dasar Dan Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Efektif

Meliputi sejarah internet, trik browsing untuk pencarian bahan pembelajaran yang efektif, mendaftar dan memelihara email,Chatting, milling list dan news group dan teknik download text, animasi dan video.

Pelatihan Pembuatan Web Blog

Meliputi konsep, fungsi dan manfaat web blog, trik customis dan desain template web blog, dan management web blog sebagai bahan pembelajaran yang efektif.

Pelatihan Pembuatan Desain Web Untuk E-Learning Dan Lms

Meliputi Konsep, prinsip dan prosedur e-learning, perancangan naskah untuk e-learning, desain web dengan Adobe dreamweaver atau microsoft front page, data base management system denagn MySQL dan pemanfaatan e-learning menggunakan software open source.

Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Cetak Berbasis Komputer

Meliputi konsep, prinsip dan prosedur pembuatan bahan ajar cetak berbasis ICT, teknik pembuatan brosur, liflet, banner, poster, komik, dll. Pengolahan objek gambar dengan adobe photoshop CS dan pembuatan bahan ajar berbasis vector dengan corel draw untuk: mengatur layout, membuat logo.

Output

Dihasilkannya produk media presentasi hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA,IPS,Matematika,Bahsa,Agama dan lain-lain, dihasilkannya naskah-naskah CD interaktif hasil buatan guru yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk CD interaktif, dihasilkannya produk CD interaktif yang inovatif, kreatif, edukatif dan menyenangkan hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA,IPS,atematika,Bahasa,Agama dan lain-lain. Dihasilkannya produk media dan sumber belajar yang diambil dari internet hasil pencarian guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya. Bahan-bahan tersebut berupa :

(1) jurnal dan artikel pendidikan, (2) Hasil penelitian khususnya PTK, (3) Video pembelajaran, (4) Buku-buku bermanfaat dalam bentuk e-book, (5) foto-foto sebagai bahan pembelajaran, serta (6) Animasi bahan pembelajaran dalam bentuk SWF. Dihasilkannya web blog guru unutk profil pribadi, sekolah maupun bahan pembelajaran.

Keunggulan Multimedia Pembelajaran

  1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron
  2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gunung, laut, gajah, dll
  3. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit, dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, berkembangnya bunga, dll
  4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, matahari,salju, dll
  5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi
  6. Meningkatkan daya tarik siswa

Komponen Multimedia

  1. Teks
  2. Foto
  3. Gambar
  4. Audio
  5. Video
  6. Animasi

Gambar Diam

  1. Menampilkan satu objek tunggal
  2. Memberi kesempatan audience utk mengamati lebih lama
  3. Bisa menunjukkan hubungan skematik atau struktur

Gambar Bergerak

  1. Visualisasi proses
  2. Membawa audience untuk memperhatikan sesuatu detil
  3. Menunjukkan hubungan antar objek

Animasi

  1. Memvisualisasikan gagasan/khayalan
  2. Menghidupkan sesuatu yang mati, diam
  3. Menyederhanakan proses yang rumit, sulit
  4. Menggantikan atau menirukan benda sebenarnya
  5. Mempercepat atau memperlambat

Simulasi

  1. Menunjukkan sebab akibat
  2. Virtual laboratorium

Teks

  1. Menyederhanakan konsep yang rumit
  2. Perlu kesamaan, kesepakatan persepsi/budaya

Suara, Musik, FX

  1. Mendukung gambar
  2. Menyampaikan pesan verbal
  3. Membangun suasana
  4. Membangun emosi

Hambatan dan Harapan Dalam Pembelajaran Berbasis ICT

Hambatan yang dihadapi para guru untuk malakukan inovasi pembelajaran, yang

berkesan mahal ini umumnya justru pada tataran para pengambil kebijakan tersebut di atas. Apalagi jika menyangkut biaya mahal (setidaknya menurut pendapat mereka). Harus dikalkulasi ulang, yang tidak jarang mereka menggunakan perhitungan politis. Bagaimana untung ruginya dilihat dari sisi “kursi” kekuasaannya. Yang sangat memprihatinkan jika mereka mengorbankan, kepentingan kemajuan pendidikan untuk sebuah “kenyamanan” yang sudah mereka peroleh selama ini.

Kepemimpinan semacam itu tak lepas dari proses rekruitmen yang salah urus. Keluarga, balasa jasa, kawan politik lah dan entah apalagi namanya. Kedua, kinerja pengawas sekolah yang buruk. Tugas mereka tak lebih hanyalah melakukan supervisi administrasi di ruang kepala sekolah. Kalau melakukan supervisi kepada guru pun, mereka cenderung bersikap instruktif, komando, bahkan menakut-nakuti. Supervisi klinis yang diharapkan mampu membantu guru dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran pun tak bisa jalan

Sungguh ironis. Ketika arus reformasi begitu deras mengalir ke berbagai sudut, dunia persekolahan yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan agen peradaban tak lebih hanya seperti “sapi ompong” yang mandul. Sistem memang telah berubah. Pola sentralistis telah berubah alurnya menjadi gaya desentralistis melalui gerakan otonomi sekolah. Namun, perubahan sistem semacam itu tidak bisa jalan kalau tidak diimbangi dengan perubahan kultural di tingkat bawah.

Dalam konteks pembelajaran berbasis TIK, marilah kita tumbuhkan minat dan kemauan yang besar untuk sama-sama belajar dan saling berbagi informasi. Sekarang ini sudah terbuka lebar kran informasi dan sumber-sumber belajar baik melalui buku-buku atau media elektronik. Jangan berkutat pada satu buku referensi saja, kalau tidak mau dikatakan “gaptek”. Kedua, jangan pernah merasa sudah cukup pintar, jika demikian maka anda akan seperti katak dalam tempurung.

Ketiga, sesekali kunjungi situs-situs internet yang menyajikan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat sehingga dapat memperluas cakrawala pengetahuan. Sepatutnya kita berterimakasih kepada pemerintah yang sudah tanggap akan kebutuhan informasi. Sekarang ini kita sudah bisa akses internet secara gratis melalui jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) untuk sekolahsekolah yang sudah terjangkau. Manfaatkan fasilitas tersebut secara optimal, gunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Semakin banyak rekan-rekan guru yang terus meningkatkan jalinan komunikasi, sharing, bertukar pikiran melaui blog-blog ataupun website dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajarannya. Walau tidak mengenal secara pribadi mereka ini tampak akrab seperti saudara sendiri, ikatan profesi dan tanggung jawab moral-lah yang mengikatnya menjadi sebuah komunitas tersendiri jauh dari exclusivisme. Terimakasih juga kepada semua pihak di luar profesi guru dan instansi terkait, seperti jurnalis, pengamat, akademisi, para ahli yang masih memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi terhadap dunia pendidikan kita.

Lingkungan Sosial dalam Penerapan Pembelajaran Berbasis ICT

Perkembangan dan proses belajar seseorang tidak dapat terjadi tanpa kehadiran pengaruh lingkungan (masyarakat). Begitu juga dengan pemanfaatan ICT tidak akan maksimal tanpa didukung oleh lingkungan. Di lingkungan kota-kota besar, sangat mudah untuk mencari perangkat ICT sehingga pemanfaatan ICT akan maksimal. Termasuk ketika memberikan tugas yang harus mengakses internet, misalnya, akan lebih mudah dilakukan. Akan tetapi untuk kasus sekolah-sekolah yang ada di kepulauan, misalnya, yang listrik saja harus hidup di malam hari ; tidak terjangkau provider sehingga internet tidak bisa diakses, maka pemanfaatan ICT akan kurang maksimal walaupun di sekolah itu mempunyai sarana komputer lengkap.

Jadi sangat jelas bahwa lingkungan sebagai proses motivasi sosial yang memegang peranan dalam merangsang setiap individu untuk mencapai prestasi sosial sebagaimana proses-proses motivasi akademik akan mempengaruhi prestasi akademik. Bila lingkungan tidak mendukung, maka akan sangat sulit bagi siswa untuk mencapai kesuksesan.

Dari perspektif di atas, tampaknya apa yang menjadi harapan pemerintah untuk mengedepankan ICT dalam setiap pembelajaran tampaknya masih harus menapaki jalan berliku. Kemampuan sekolah, kemampuan dan profesionalisme pendidik serta lingkungan sosial yang kondusif untuk sebuah pembelajatan berbasis ICT ternyata masih menjadi tanda tanya besar untuk dalam waktu dekat memberikan kontribusi positif dalam implementasi  ‘kebijakan ICT’ ini. Namun, bagaimanapun situasinya kebijakan ini perlu mendapat apresiasi positif dengan berusaha memulai dari diri kita untuk berusaha melakukan yang terbaik.

DAFTAR PUSTAKA

Arifhakim. Senin, 16 Maret 2009 .Strategi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Tik

08:43:3http://www.dispendikkabprob.org/

Ashoka. 30 September 2008. Strategi Pengembangan Pembelajaran Berbasis TIK  http://www.sman6jkt.web.id/

Awan sundiawan . Pembelajaran Berbasis TIKhttp://awan965.wordpress.com/

Darmajaya. Pembelajaran Berbasis ICT (E-Learning) Sunday, 20 December 2009 17:47 http://dikporaplg.com/index.php?option=com

Mambo. Pengembangan Pengajaran Berbasis ICT di SekolahN http://www.kotajambi.go.id/id

R. Bambang Aryan Soekisno. Februari 23, 2007 Pengembangan ICT dalam Pembelajaran di SMA http://rbaryans.wordpress.com/

Siti Ahmadiyah Fath. 05/01/2008. ePembelajaran Berbasis ICT http://tabloid_info.sumenep.go.id

Suparlan .Artikel Penggunaan Ict Dalam Proses Pembelajaran Di Sekolah. http://www.suparlan.com/pages/posts

Wahyu Purnomo. disampaikan pada “Workshop Pembelajaran Berbasis ICT” di Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan, 11-14 Agustus 2008.

http://wahyupur.blogspot.com

Yulianto Dwi Martono.Pembelajaran Berbasis Tik Dan Permasalahannya. http://media.diknas.go.id/media/document/4817.pdf

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

May 2010
M T W T F S S
     
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: